PRABUMULIH – DPRD Kota Prabumulih menggelar Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Kota Prabumulih di ruang sidang DPRD, Senin (19/10/2026). Rapat tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan pembangunan daerah sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.

Sidang dipimpin Ketua DPRD Kota Prabumulih H. Deni Victoria, didampingi Wakil Ketua I Aryono dan Wakil Ketua II Dipe Anom. Turut hadir Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, Wali Kota Prabumulih H. Arlan, Wakil Wali Kota Franky Nasril, serta sejumlah pejabat dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengapresiasi perkembangan Kota Prabumulih sejak menjadi daerah otonom. Ia menilai Prabumulih menunjukkan kemajuan, terutama dalam penataan wilayah dan lingkungan perkotaan.

“Saya sangat takjub melihat kemajuan Prabumulih hingga saat ini. Prabumulih telah berkembang menjadi kota yang bersih dan indah,” ujarnya.

Meski demikian, Herman Deru mengingatkan agar pembangunan daerah terus berlanjut dengan mempertimbangkan kondisi keuangan yang ada. Pemerintah kota bersama DPRD diminta mencermati prioritas belanja sehingga anggaran dapat diarahkan pada program yang paling dibutuhkan masyarakat.

“Pembangunan harus terus maju meskipun kondisi keuangan sedang seperti ini. Salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah merasionalisasi penerimaan dan belanja daerah,” kata Herman Deru.

Ia juga mendorong Pemerintah Kota Prabumulih untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak, retribusi, dan sumber penerimaan lain yang sesuai ketentuan. Di sisi lain, DPRD memiliki peran strategis dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap perencanaan dan penggunaan anggaran agar pelaksanaannya transparan, akuntabel, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Prabumulih H. Arlan menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Sumatera Selatan dan seluruh undangan dalam peringatan HUT ke-25 Kota Prabumulih. Ia berharap koordinasi antara pemerintah kota, DPRD, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat semakin kuat untuk mendukung percepatan pembangunan daerah.

Dalam pemaparannya, Arlan menyampaikan sejumlah indikator yang disebut menunjukkan perkembangan positif, antara lain pertumbuhan ekonomi, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, serta kondisi inflasi yang relatif stabil.

Arlan juga menyebut angka stunting di Prabumulih turun menjadi 28 orang. Namun, angka tersebut perlu dilihat berdasarkan periode pendataan, cakupan wilayah, serta metode pengukuran yang digunakan agar dapat memberikan gambaran yang tepat mengenai kondisi stunting di daerah.

Lebih lanjut, Pemerintah Kota Prabumulih menjalankan berbagai program yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program tersebut meliputi dukungan terhadap Makan Bergizi Gratis, seragam sekolah gratis, bantuan bibit pertanian, perbaikan jalan, pembangunan rumah tidak layak huni, bantuan sosial, serta peningkatan pelayanan kesehatan.

Peringatan HUT ke-25 Kota Prabumulih diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat evaluasi pembangunan dan kolaborasi antarlembaga. Dengan perencanaan yang terukur, pengelolaan anggaran yang cermat, serta sinergi pemerintah dan masyarakat, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi warga Prabumulih.