Tanah Abang, Kamis, 09 April 2026– Forum Pemuda Mahasiswa Kecamatan Tanah Abang menyampaikan sikap kritis terhadap kegiatan bimbingan teknis (bimtek) yang dilakukan oleh DPRD Kabupaten PALI di Jakarta, di tengah situasi yang menuntut efisiensi anggaran secara menyeluruh.

Koordinator Forum Pemuda Mahasiswa Kecamatan Tanah Abang, Hadi Prasmana, S.Kom, menyampaikan bahwa langkah tersebut mencerminkan ketidaksinkronan antara narasi kebijakan dan praktik di lapangan. “Di saat pemerintah dan masyarakat didorong untuk melakukan penghematan, justru DPRD Kabupaten PALI melakukan kegiatan yang berpotensi menyerap anggaran besar. Ini bukan hanya soal administrasi kegiatan, tetapi menyangkut sensitivitas moral terhadap kondisi masyarakat saat ini,” tegasnya.

Forum Pemuda Mahasiswa menilai bahwa kegiatan bimtek di luar daerah, khususnya ke Jakarta, bukanlah prioritas mendesak di tengah tuntutan efisiensi. Dengan perkembangan teknologi dan akses informasi yang luas, peningkatan kapasitas seharusnya dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk perjalanan dinas.

Lebih lanjut, kegiatan tersebut dinilai memperlihatkan adanya jarak antara wakil rakyat dengan realitas yang dihadapi masyarakat. Di tengah berbagai persoalan daerah seperti infrastruktur, pelayanan publik, dan kondisi ekonomi masyarakat, DPRD seharusnya lebih fokus pada kerja nyata yang langsung menyentuh kebutuhan rakyat, bukan kegiatan seremonial yang minim urgensi.

Forum Pemuda Mahasiswa Kecamatan Tanah Abang menegaskan bahwa efisiensi anggaran bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata yang harus dimulai dari para pemangku kebijakan. Keteladanan dalam pengelolaan anggaran menjadi hal penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif.

Sebagai bentuk sikap, Forum Pemuda Mahasiswa Kecamatan Tanah Abang menyampaikan beberapa tuntutan:

1. Mendesak DPRD Kabupaten PALI untuk memberikan penjelasan terbuka terkait urgensi dan anggaran kegiatan bimtek tersebut.
2. Meminta adanya evaluasi terhadap kegiatan-kegiatan yang tidak memiliki dampak langsung terhadap masyarakat.
3. Mendorong penerapan efisiensi anggaran secara konsisten, termasuk dalam kegiatan DPRD.
4. Mengutamakan program kerja yang berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat Kabupaten PALI.

Koordinator Forum Pemuda Mahasiswa Kecamatan Tanah Abang, Muslim Abdurrasyid, menegaskan bahwa kritik ini merupakan bentuk kepedulian generasi muda terhadap tata kelola pemerintahan yang lebih baik. “Kami tidak menolak peningkatan kapasitas, tetapi kami menolak pemborosan yang dibungkus dengan formalitas. Efisiensi harus menjadi komitmen bersama, bukan hanya beban bagi masyarakat. Jika wakil rakyat tidak mampu memberi contoh, maka kepercayaan publik akan terus terkikis,” tutupnya.