Pengamat: Kalau Anies Tidak Maju Karena Sudah diblok Sama Partai dan Penguasa. Ya, Ridwan Kamil Bisa Melawan Kotak Kosong

JAKARTA – Pengamat politik Hendri Satrio melihat gelagat penguasa yang terlihat akan cawe-cawe supaya Ridwan Kamil jadi satu-satunya calon gubernur pada Pilgub Jakarta November 2024 nanti.

Salah satunya dengan cara mencegah Anies Baswedan untuk bisa mendapatkan dukungan dari partai politik.

Menurut dia, penguasa nampak khawatir Anies akan mengulangi keberhasilannya di Pilkada DKI Jakarta 2017 silam.

Karena itu, berbagai cara digunakan, termasuk mengupayakan Ridwan Kamil jadi calon tunggal.

“Kalau Anies tidak maju karena sudah diblok sama partai dan penguasa. Ya, Ridwan Kamil bisa melawan kotak kosong,” kata Hendri saat dihubungi, Minggu (4/8/2024).

Jika PDIP dan PKS bersatu mengusung Anies, menurut dia, makan Ridwan Kamil akan sullit menang di Pilgub Jakarta.

“Ridwan Kamil kan sudah dipersiapkan ke Jakarta untuk melawan kotak kosong, tapi kalau Anies ada dia bisa kalah,” ujar Hendri.

Oleh karena itu, dia menyarankan, salah satu cara yang bisa dilakukan pendukung Anies dengan cara meniru metode yang digunakan sukarelawan pendukung Presiden Joko Widodo pada Pemilu 2014 silam.

Ketika itu, kelompok seperti Projo dan lainnya memberi tekanan kepada PDIP agar mengusung Jokowi.

“Kalau ini pendukung Anies provokasi PDIP dan PKS,” tandas dia.

Sebelumnya, Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad berpendapat bahwa hanya ada dua pasangan calon yang nantinya akan bertanding di Pilkada Jakarta.

“Saya yakin pada akhirnya di Pilkada Jakarta itu maksimal hanya akan terjadi dua pasang saja yang bertarung,” kata Dasco usai menghadiri Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Partai Perindo di iNews Tower, Jakarta Pusat, Rabu, (31/7/2024).

Selain itu, Dasco mengatakan KIM akan bekerja sama dengan partai politik lain dalam Pilkada di sejumlah provinsi, seperti Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Dia menyebut perluasan koalisi itu sebagai KIM Plus.

KIM merupakan koalisi pendukung pemerintah yang terdiri dari Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Gelora, Partai Garuda, Partai Prima, dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Koalisi ini mengusung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam pemilihan presiden atau Pilpres 2024.

Editor : FH

Sumber : JPNN.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *